BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Jajaran RSUD Sultan Imanuddin (RSSI) Pangkalan Bun saat ini masih terus lakukan proses persiapan peralatan Polymerase Chain Reaction (PCR) agar bisa cepat beroperasi.
Direktur RSSI dr. Fachruddin, Selasa, 2 Juni 2020 melalui layanan pesan whatsapp mengatakan, harapannya PCR tersebut bisa fungsional secepat mungkin.
"Kami berharap agar dalam kurun waktu seminggu ini peralatan tersebut sudah bisa fungsional. Sehingga proses pemeriksaan swab bisa dilakukan dengan efisien tanpa harus mengirimkannya ke daerah lain," jelas Fachruddin.
Menurut Fachruddin, PCR yang tiba di RSSI tanggal 29 Mei 2020 tersebut dibeli dengan anggaran yang dikeluarkan Pemkab Kobar.
Diberitakan sebelumnya, untuk memeriksa swab yang diambil dari seseorang guna mengetahui apakah yang bersangkutan positif atau negatif Covid-19 dilakukan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya.
--page
Kemudian pasca ditutupnya penerbangan dari Kabupaten Kobar menuju daerah lain, pemeriksaan swab dilakukan di laboratorium Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Setelah RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya memiliki PCR, proses pemeriksaan swab dilakukan di rumah sakit tersebut. (WAHYU KRIDA/m)








