PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Berdasarkan data Bea Cukai pada triwulan I 2020, ekspor luar negeri Kalimantan Tengah mengalami penurunan atau melambat. Hal ini merupakan dampak dari lemahnya sektor perdagangan dan harga komoditas global di tengah pandemi Covid-19 ini.

"Dari sisi nominal yang diperoleh terjadi penurunan pada ekspor Kalteng, namun untuk volumenya relatif stabil," kata Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi, Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Tengah, Yudo Herlambang pada Rabu, 3 Juni 2020.

Yudo mengatakan, fenomena ini menunjukkan melemahnya harga komoditas global berpengaruh terhadap kinerja ekspor Kalimantan Tengah.

"Jepang masih menjadi negara mitra dagang tujuan ekspor Kalimantan Tengah, dengan Batu Bara sebagai komoditas utamanya. Diikuti Tiongkok dan India yang juga didominasi komoditas Batu Bara," terang Yudo.

Sementara dari sisi komoditas utama, lanjut Yudo batu bara juga menjadi ekspor utama Kalimantan Tengah dengan pangsa lebih dari 50 % barang yang dieskpor.

--page

"Sementara CPO menjadi komoditas kedua dengan pangsa sekitar 15%. Tiongkok menjadi tujuan utama ekspor CPO Kalimantan Tengah," jelasnya. (TESTI PRISCILLA/B-11)