BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi, Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Tengah, Yudo Herlambang mengatakan bahwa merebaknya virus corona pada masa pandemi Covid-19 menjadi penyebab menurunnya tingkat konsumsi masyarakat dan mengakibatkan inflasi Kalteng dangkal.
"Menurunnya konsumsi masyarakat berpengaruh terhadap rendahnya inflasi hingga bulan Mei 2020," kata Yudo pada Kamis, 4 Juni 2020.
Menurut Yudo, secara bulanan, pada bulan Mei Kalteng mengalami inflasi dangkal sebesar 0,28% (mtm).
"Sedikit mengalami peningkatan dibandingkan bulan April yang deflasi -0,18. Mulai adanya permintaan yang meningkat menjelang Idul Fitri menjadi penyebab sedikit meningkatnya tekanan inflasi," katanya lagi.
Secara tahunan, lanjut Yudo, inflasi Kalteng relatif stabil, terutama disumbang penurunan tarif angkutan udara yang turun dalam.
--page
"Ke depan Bank Indonesia bersama dengan TPID Provinsi Kalimantan Tengah dan TPID Kabupaten Kota akan terus memantau perkembangan harga dan inflasi ditengah masa pandemi, agar distribusi dan produksi tetap lancar, dan daya beli masyarakat tetap terjaga," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/B-5)








