SUKAMARA –

BORNEONEWS, Sukamara - Pemkab Sukamara akan mengaktifkan posko covid-19 sebagai pos kesiagaan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.

"Kita akan mengaktifkan posko covid-19 yang ada saat ini sekaligus menjadi pos siaga karhutla," kata Bupati Sukamara, Windu Subagio, Kamis, 4 Juni 2020.

Pihaknya juga akan bekerjasama dengan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) di Kabupaten Sukamara dalam upaya pencegahan bencana kebakaran. Hal tersebut juga sudah disosialisasikan.

"Selain itu juga sudah dibentuk Masyarakat Peduli Api (MPI) di beberapa desa yang rawan kebakaran," kata Windu.

Windu berharap, upaya yang dilakukan pemerintah dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan bisa berjalan maksimal.

--page

"Kami juga berharap kepada masyarakat agar masyarakat juga bisa membantu pemerintah dalam mencegah karhutla, mari kita bersama-sama menjaga daerah yang kita cintai ini," ajaknya. 

Di Kabupaten Suakmara, ada 2 wilayah yang rawan terjadi karhutla yakni Kecamatan Jelai dan Kecamatan Pantai Lunci. Kendala tersebut disebabkan tidak adanya akses jalan untuk menjangkau lokasi kebakaran.

"Melakukan pemadaman kebakaran di Kecamatan Pantai Lunci dan Jelai cukup sulit, karena tidak ada jalannya. Sehingga petugas-petugas kita kesulitan untuk mendatanginya (titik api)," terangnya. (NORHASANAH/B-11)