BORNEONEWS, Sampit - Saat ini Pemerintah Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai siaga kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.
"Kami sudah mulai mewaspadai terjadinya Karhutla. Meski saat ini belum ada ditemukan titik api di wilayah kami," ujar Camat Cemapaga, Dedy Purwanto, Jumat, 05 Juni 2020.
Dia mengatakan jika berkaca dari sebelumnya, maka setiap terjadi musim kemarau berkepanjangan, sehingga sejumlah lahan atau hutan yang berada di wilayah Cempaga sering terbakar. Bahkan pantauan titik api juga cukup banyak.
Kondisi ini menjadi perhatiannya sejak dini. Karena tidak ingin banyak lahan kosong yang terbakar, sehingga bisa menyebabkan kabut asap pekat di wilayah Kotim.
"Antisipasi lebih baik daripada memadamkan api setelah terjadi kebakaran lahan dan itulah yang kami fokuskan juga saat ini. Selain wasada virus Corona," katanya.
--page
Dia mengimbau masyarakat yang memiliki lahan tidak melakukan pembakaran untuk membersihkan kebun mereka. Namun sudah seharunya mereka juga menjaga lahan agar tidak terbakar.
"Mudah-mudahan di wilayah kami ini, Karhutla tidak terjadi. Begitu juga di Kotim keseluruhan," harapnya. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)








