BORNEONEWS, Muara Teweh - Pemerintah Kabupaten Barito Utara melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) setempat memperhatikan fasilitas pasar baik dalam kota, kecamatan hingga ke pedesaan.
Kepala Disdagrin Barito Utara Drs H Hajrannor, Minggu 7 Juni 2020 mengatakan, salah satu tugas pihaknya adalah selalu memperhatikan fasiltas pasar yang ada di dalam kota sampai desa.
Seperti di pasar dalam kota Muara Teweh sudah dilakukan pembenahan beberapa pasar termasuk pasar PBB. Dimana usia pasar PBB ini mencapai 25-30 tahun belum pernah dilakukan direnovasi secara besar-besaran.
“Allhadulillah sudah dilakukan renovasi, dan pada saat itu Pemkab Barito Utara mendapatkan dana tugas pembantuan dari pemerintah pusat pada tahun 2016. Dan pada tahun 2017, 2018, 2019 menggunakan dana dari APBD, sehingga pada awal Januari 2019 pasar bebas banjir ini kita fungsikan,” kata Hajrannor.
Begitu pula kata dia dengan Pasar Rakyat Karya I Dermaga Muara Teweh, yang direnovasi pada tahun 2017. Usia Pasar Rakyat Karya I Dermaga Muara Teweh ini sudah puluhan tahun dan usianya lebih lama dari pasar PBB ini. Dalam merenovasi Pasar Rakyat Karya I Dermaga Muara Teweh ini, Pemkab Barito Utara juga mendapat dana tugas pembantuan dari Pemerintah Pusat.
--page
Kemudian pada tahun 2019 dilanjutkan dengan melakukan renovasi Pasar Rakyat Karya II Dermaga Muara Teweh, sehingga terkoneksilah Pasar Rakyat Karya I dan Karya II. Dimana sebelumnya ke dua pasar ini, pada hari Selasa dan Rabu jalur jalan lintas provinsi lingkar luar kota selalu macet.
“Setelah dilakukan renovasi di dua pasar (Karya I dan Karya II) ini jalur lalu lintas saat pasar Mingguan Selasa dan Rabu sudah bisa tidak macet seperti dulu lagi. Sebelumnya para pedagang berjualan di trotoar, jadi sangat mengganggu pengguna jalan,” katanya.
Sementara itu pasar yang berada di wilayah kecamatan dan desa di Kabupaten Barito Utara hampir rata-rata semua sudah di lakukan renovasi oleh Pemerintah Kabupaten Barito Utara. (RAMADHANI/B-5)








