BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Seroang pekerja asal Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Ahmad Amirudin yang saat ini berada di Rumah Singgah Dinsos Kotawaringin Barat (Kobar) meminta untuk dilakukan rapid test ulang, karena merasa kurang yakin hasil rapid test pertama dinyatakan reaktif Covid-19.
"Saya ingin dilakukan rapid test ulang, kurang percaya hasil yang pertama reaktif," ujarnya melalui sambungan telepon, Senin, 8 Juni 2020.
Sebelum mengikuti rapid test massal bersama 7 rekan kerja lainnya, pada, Sabtu, 6 Juni 2020 di Pasar Indra Sari Pangkalan Bun.
Dia memang sedang sakit flu dan sempat meminum obat. Begitu keluar hasil rapid test ternyta hanya dirinya yang reaktif.
"Saya bingung dan sedih, ke-7 teman saya sudah dipulangkan ke Jawa oleh dinas sosial, tapi saya masih ditahan karena saya dinyatakan reaktif covid 19. Mohon dibantu, saya mau di tes rapid ulang," keluhnya.
--page
Dalam kondisi seperti ini, ia pun menyadari tidak bisa langsung dilakukan Rapid Test. Jika dilakukan mandiri pun perlu mengeluarkan dana yang cukup banyak baginya. Maka diminta oleh Dinsos Kobar untuk menunggu satu minggu baru dilakukan rapid test ulang.
"Beruntung disini orang dinas sosial baik - baik, saya di suruh nunggu 1 minggu lagi untuk dites rapid," ungkapnya.
Diketahui, Ahmad Amirudin ini merupakan salah satu dari 8 pekerja yang di PHK, dari PT.Indo Sawit Kekal (Group Cargil) RVE Pasir Putih Kabupaten Ketapang Kalbar, tanpa uang pesanggon dan surat jalan.
Mereka hendak pulang ke daerah asal namun karena tidak adanya transportasi, akhirnya mereka terdampar di Kobar selama 6 hari.
Akhirnya pada, Jumat 5 Juni 2020 mereka mendatangi Dinsos Kobar dan menampungnya di rumah singgah.
--page
Kepala Dinas Sosial Kobar Akhmad Yadi melalui Kabid Pemberdayaan Sosial, Sanitro membenarkan, 8 pekerja yang terdampar di Pangkalan Bun, 7 orang sudah di pulangkan ke Jawa.
Sementara 1 orang bernama Ahmad Amirudin masih ditahan di rumah singgah sambil menunggu rapid test ulang.
"Karena hasil rapid test maka 1 orang pekerja jalani isolasi mandiri di rumah singgah sembari menunghu rapid test ulang," katanya. (DANANG/B-6)








