SUKAMARA –

BORNEONEWS, Sukamara - Turunnya jumlah pembeli selama pandemi covid-19, pedagang Pasar Inpres di Kecamatan Sukamata, Kabupaten Sukamara lebih banyak memilih untuk menutup sementara lapak mereka.

"Informasinya dari mereka itu, karena pembelinya kurang, dari pada tokonya ditunggui berhari-hari lebih baik ditutup," kata Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Sukamara, Ilham Massora, Rabu, 9 Juni 2020.

Menurut dia, penutupan lapak tersebut hanya dilakukan sementara hingga situasi kembali stabil dan jumlah pembeli kembali normal seperti biasanya. "Ini tidak tutup total, beberapa waktu mereka juga membuka toko tersebut dengan melihat situasinya," ujar Ilham.

Dengan situasi tersebut, pihaknya juga berencana akan melakukan penurunan terhadap retribusi atau iuran yang dikenakan setiap bulannya kepada para pelapak Pasar Inpres.

"Memang kemarin setelah kita rapat dengan BPKAD dan Tim Anggaran, kita berharap retribusi mereka ini dikurangi, karena memang pendapatan untuk Dinas Perdagangan juga dikurangi sekitar 20 persen," tuturnya.

--page

"Kalau itu memang memungkinkan akan kita lakukan,  seperti lapak-lapak yang ada ini ini khususnya seperti di di pasar ini Memang iurannya ditarik Rp15.00p per bulan, terkecuali ada beberapa lapak di Pasar Inpres itu memang perbulannya Rp100 ribu perbulannya," tukasnya. (NORHASANAH/B-5)