PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Rencana ditutupnya aktivitas Pasar Besar Palangka Raya untuk sementara waktu terhitung mulai 12-14 Juni 2020, mendapat banyak reaksi, baik pro maupun kontra di masyarakat.

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menanggapi reaksi warga itu. Dia mengatakan penutupan hanya berlangsung tiga hari saja untuk dilakukan sterilisasi agar pasar benar-benar aman dan nyaman.

"Supaya warga percaya bahwa Pasar Besar bukan lagi merupakan klaster. Warga bisa kembali lagi berbelanja seperti sedia kala setelah sterilisasi selesai," katanya dalam kolom komentar akun instagram Kominfoplk.

Menurut Fairid, jika berdasarkan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di kalster Pasar Besar dari catatan maupun kontak erat, maka ada 73 orang yang terinfeksi virus tersebut.

“Bisa dilihat di RSUD Doris Silvanus, apakah ada kerabat disana. Di satu sisi keputusan ini diambil tentu harus memikirkan masyarakat secara keseluruhan," sambungnya.

--page

“Sisi lain kita harus memikirkan saudara-saudara kita agar tidak tertular. Disisi lain lagi, tentu memahami pula kondisi para pedagang di pasar besar,”ujarnya.

Diketahui, saat mengambil keputusan, selaku kepala daerah ia harus dihadapkan pada dua pilihan. Yakni masyarakat secara luas dan nasib para pedagang.

”Dilakukan bersih-bersihlah istilahnya untuk melangkah lebih baik dikemudian hari. Keputusan ini bukan untuk memutuskan atau mematikan usaha para pedagang. Bukan di tutup total. Ini keputusan jalan tengah yang terbaik bisa diambil,” tutupnya. (HENDRI/B-6)