PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Perdagangan Koperasi UKM dan Perindustrian Kota Palangka Raya, Rawang memastikan tidak akan terjadi  aksi borong bahan pokok jika pasar besar ditutup 3 hari.

"Kan yang ditutup hanya pasar besar. Masih ada pasar tradisional lain, seperti Pasar Kahayan, Rajawali, Datah Manuah, dan pasar modern lain yang  tersebar sebagai pilihan," katanya, Rabu 10 Juni 2020.

Rawang juga memastikan ketersedian bahan pokok yang ada di kota setempat, masih tetap aman dan tersedia.

“Karena persedian di distributor cukup untuk satu bulan kedepan. Sedangkan persediaan di bulog cukup untuk lima bulan kedepan,”ungkapnya.

Pasar Besar bakal ditutup selama tiga hari, yakni terhitung mulai 12-14 Juni 2020. Penutupan  dilakukan sebagai upaya sterilisasi memutus penyebaran Covid-19 di lingkungan pasar tersebut yang kini menjadi klaster penyebaran Covid-19.

--page


“Sejauh ini hasil ravid tes virus Covid-19 yang dilakukan oleh petugas kesehatan, menunjukan bahwa di lokasi pasar besar sangat banyak para pedagang maupun pembeli sudah terinfeksi Covid 19,” ujarnya.

Kegiatan penutupan sementara pasar besar itu, hanya untuk menseterilkan pasar, sehingga memudahakan petugas untuk melakukan penyemprotan disinfektan secara masif di seluruh kawasan selama tiga hari. (HENDRI/B-5)