TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Balai Penyuluhan Pertanian atau BPP Paju Epat Kabupaten Barito Timur mengadakan pelatihan budidaya hidroponik dan tanaman obat keluarga atau toga bagi anggota PKK dan BPD dan Karang Taruna di Desa Juru Banu.

Koordinator BPP Paju Epat, Lukmanul Chakim menjelaskan tujuan pelatihan yang telah diadakan beberapa hari lalu tersebut agar masyarakat Desa Juru Banu mampu memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

"Dengan pelatihan tadi, masyarakat dapat mengelola lahan pekarangannya menjadi produktif dengan menanam sayur hidroponik maupun secara langsung di lahan pekarangan untuk memenuhi kebutuhan sayuran maupun tanaman obat," jelas Lukmanul di kantornya, Rabu 10 Juni 2020.

Menurutnya, pemanfaatan lahan pekarangan tersebut dapat mendukung ketahanan pangan terutama saat pandemi Covid-19 serta memenuhi kebutuhan gizi keluarga termasuk untuk mencegah stanting.

Lukmanul yang juga bertindak sebagai pelatih atau fasilitator pelatihan tersebut menjelaskan metode pelatihan yang digunakan yakni pelatihan tematik yang lebih mengutamakan praktek 60 persen dan teori 40 persen.

--page


"Dengan metode ini, para peserta pelatihan diajak langsung praktek penanaman hidroponik system mulai dari proses pencampuran nutrisi, persemaian, pindah tanam, panen dan pasca panen," jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Barito Timur Riza Rahmadi mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh BPP Paju Epat untuk memberdayakan warga desa di wilayah binaan.

"Kita dorong terus BPP dan penyuluh yang ada di desa untuk mendampingi petani agar berhasil dalam budidaya tanaman pertanian, khususnya pemanfaatan lahan pekarangan," pesan Riza. (BOLE MALO/B-5)