PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dari BPJS Ketenagakerjaan menunjukkan ada sekitar 1,7 juta orang menjadi pengangguran atau berhenti bekerja dengan berbagai alasan. Salah satunya adalah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), terlebih lagi di masa pandemi Covid-19 ini. Hal ini menjadi fokus yang menarik perhatian BPJAMSOSTEK yang akhirnya meluncurkan Program Vokasi bagi pekerja yang kehilangan mata pencarian pada tahun 2019 lalu.

Vokasi atau yang lebih dikenal di masyarakat dengan sebutan pelatihan kerja merupakan upaya pemerintah untuk membentuk sumber daya manusia yang unggul dan tangguh sesuai dengan program kerja Presiden Joko Widodo.

Sebenarnya, program vokasi juga dilaksanakan oleh berbagai kementerian lembaga lainnya. Namun, BPJAMSOSTEK ditunjuk sebagai salah satu penyelenggara piloting program ini. Hal itu karena BPJAMSOSTEK dinilai relevan dan erat dengan bisnis yang diselenggarakan, yaitu jaminan sosial ketenagakerjaan.

Dengan adanya vokasi ini maka para pekerja yang ter-PHK atau sedang menganggur akan diberikan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan yang ingin dikembangkan atau telah dimiliki. Diharapkan, hal itu dapat membuka peluang bagi mereka untuk dapat kembali bekerja pada perusahaan-perusahaan yang membutuhkan jasa ahli.

Dalam pelaksanaan vokasi ini, peserta diberikan kebebasan untuk memilih bidang yang diinginkan sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki. Terdapat beberapa bidang yang dapat menjadi pilihan, seperti pariwisata, digital kreatif, perkebunan, manufaktur, garmen, jasa kemasyarakatan, konstruksi, dan tenaga kesehatan non medis.

--page

Pada tahun ini Program Vokasi BPJAMSOSTEK juga meluas hingga ke Kalimantan Tengah khususnya Pangkalan Bun.  Program yang terselenggara atas komitmen kerjasama BPJS Ketenagakerjaan Pangkalan Bun dengan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan ENTER (LPP ENTER) ini memberikan kesempatan kepada Masyarakat Kotawaringin Barat, Lamandau dan Sukamara untuk mengikuti Pelatihan Kerja secara GRATIS.

Peserta pelatihan vokasi ini nantinya akan mendapatkan ilmu pengetahuan kerja dan keterampilan teknis untuk mengembangkan kemampuan dan skill yang dibutuhkan di tempat kerja baru nantinya. Para peserta pelatihan juga akan mendapatkan sertifikat pelatihan resmi dari Lembaga Pendidikan dan Pelatihan ENTER (LPP ENTER) yang tentunya sudah diakui dan terakreditasi secara nasional.

Hal ini sangat penting bagi calon pekerja dalam prasyarat melamar pekerjaan. Untuk informasi lebih lanjut silahkan langsung menghubungi BPJS Ketenagakerjaan Pangkalan Bun melalui Yusef Dwi Jayadi di nomor 0811 511 1945  atau bisa datang langsung ke kantor BPJS Ketenagakerjaan Pangkalan Bun. (ADV)