BORNEONEWS, Sukamara - Sekretaris Daerah (Sekda) Sukamara, Sutrisno, Biaya Tidak Terduga (BTT) digunakan untuk penanganan covid-19 maupun kebakarna hutan dan lahan.
"Karena memang tidak ada dana lain lagi," kata Sutrisno, Rabu, 10 Juni 2020.
Berdasarkan informasi yang pihaknya terima, musim kemarau akan terjadi hingga akhir tahun yakni Desember mendatang. Dan anggaran yang ada tersebut akan dimanfaatkan untuk penanggulangan.
"Makanya sekarang ini kita sudah mulai membicarakan secara preventif karhutla nya," ujarnya.
Menurut Sutrisno, saat ini sudah ada indikasi spot-spot yang dianggap rawan terjadi karhutla. Terkait itu, semua akan dilakukan antisipasi sedini mungkin.
--page
"Jangan sampai covid-19 belum selesai, kita lepas dengan karhutla sehingga kebakaran terjadi," terangnya.
Adapun dana yang ada di BTT saat ini sebanyak Rp 58 miliar. Sementara yang sudah ditransfer ke bendahara berdasarkan hasil dari review sebesar Rp 8 miliar lebih. (NORHASANAH/B-11)








