BORNEONEWS, Muara Teweh - Bupati Barito Utara, Nadalsyah bersama wakilnya, Sugianto Panala Putra, Kadis Pertanian, Kepala Bappedalitbang, dan Kadis Kominfosandi melaksanakan tanam padi bersama petani di lokasi persawahan warga Dusun Transabangdep, Desa Bintang Ninggi I, Kecamatan Teweh Selatan, Rabu 10 Juni 2020.
Penanaman padi guna percepatan musim tanam April - September (Asep) di lahan sekitar 3 hektare milik Kelompok Tani Margo Mulyo itu menggunakan padi varietas mikongga dengan usia tanam rata-rata 3,5 bulan (115 hari) dari penanaman sampai dengan panen.
Keunggulan dari varietan mikongga yakni dapat ditanam 2 kali dalam setahun dan rasa beras yang dihasilkan enak. Adapun produksinya bisa mencapai 3 - 4 ton per hektare.
Di Dusun Transabangdep terdapat 2 kelompok tani, yakni Kelompok Tani Margo Mulyo dan Siap Karya dengan anggota 24 orang.
Dalam kesempatannya, Bupati Barito Utara, Nadalsyah menyampaikan, sesuai instruksi Presiden RI, semua kepala daerah harus memerkuat ketahanan pangan di wilayah masing-masing. Selain padi sawah, dia juga akan berupaya menggalakkan padi ladang.
--page
"Perda mengenai pemanfaatan lahan untuk penanaman padi ladang sedang diproses," jelas Nadalsyah.
Kendati demikian, dia menyadari petani padi ladang terkadang membuka lahan dengan cara dibakar. Terkait itu, pemkab menyiapkan aturan agar petani bisa menanam padi sesuai ketentuan.
Usulan Pemkab Barito Utara untuk membuat aturan dalam pemanfaatan lahan dengan cara dibakar juga telah disampaikan kepada DPRD Kalteng.
"Semoga usulan yang kita ajukan untuk kiranya mendapat dukungan. Dan saat ditetapkan tidak bertentangan dengan aturan yang ada," kata Nadalsyah.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Margo Mulyo, Ganianto mengatakan pada musim tanam April - September, selain padi, pihaknya juga menanam sayur-sayuran yakni bawang prei, timun, kangkung, kacang panjang, bayam, dan lainnya. (RAMADHANI/B-11)








