SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), hampir setiap tahun terjadi pada saat musim kemarau. Sehingga diharapkan kejadian tersebut jangan dianggap hal yang biasa. 

"Saya harap Karhutla jangan dianggap hal yang biasa. Sehingga tidak ada motivasi dalam diri iita untuk menjaga hutan dan lahan agar tidak terbakar," ujar Kapolres Kotim AKBP Abdoel Harris Jakin, Kamis 11 Juni 2020. 

Dirinya berharap agar masyarakat tidak menganggap bahwa kejadian Karhutla saat musim kemarau adalah rutinitas biasa. Sehingga seakan-akan Kerhutla adalah hal yang tidak terlalu berdampak untuk apapun. 

"Marikah kita rubah pemikiran tersebut. Dengan menjaga lahan masing-masing agar tidak terbakar atau dibakar. Sehingga kita sama-sama menjaga daerah ininagsr tidak dilanda kabut asap," kata A H Jakin. 

--page

Dirinya mengatakan bahwa permasalahan Karhutla ini harus menjadi atensi semua pihak. Bahkan kalau memang bisa harus sama-sama mencari benang merah permasalahannya. Jika memang bisa ditsngani, maka harus dilakukan. Sesulit apapun yang harus dihadapi nantinya. 

"Kalau kita sudah tahu benang merah permasalahannya, maka akan dapat diantisipasi Karhutla ini," terang A H Jakin. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)