PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Komunikasi Informatika Stastik dan Persandian Kota Palangka Raya menemukan puluhan kabar bohong atau hoaks terkait Covid-19 di wilayah setempat sejak 1 April sampai 4 Juni 2020.

"Sekitar 25 kasus hoaks yang kami temukan dari berbagai jejaring sosial. Biasanya hoaks itu disebarkan melalui pesan berantai WhatsApp, Facebokk, Instagram hingga Twitter. Tapi paling banyak melalui WhatsApp," kata Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kota Palangka Raya, Gunawan Abel, Kamis 11 Juni 2020.

Gunawan mencontohkan salah satu informasi hoaks yang beredar terkait penggunaan sarung tangan petugas medis untuk rapid test dan swab test.

Pada narasi yang beredar disebutkan sarung tangan tersebut jarang diganti dan berbahaya karena bisa menularkan  virus corona dari pasien sebelumnya.

"Faktanya tidak begitu, Dinas Kesehatan telah menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan rapid test atau swab selalu dengan standar protokol kesehatan dan APD lengkap," jelasnya.

--page

Gunawan mengingatkan agar warga selalu waspada terhadap informasi yang beredar bebas di sosial media. Setiap mendapatkan informasi harus dikroscek dulu kebenarannya agar tidak termakan hoaks.

"Kita harus bijak gunakan sosial media. Kalau ada informasi pastikan dulu kebenarannya jangan langsung posting. Karena sangat berbahaya kalau masyarakat mendapatkan informasi yang salah. Lebih baik posting yang penting saja dari pada yang penting posting," pungkasnya. (HENDRI/B-7)