KASONGAN –

BORNEONEWS, Kasongan - Kabupaten Katingan saat ini tengah bersiap menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.

Selama ini masalah Karhutla menjadi perhatian pemerintah daerah maupun pusat. 
Di Kabupaten Katingan, sejauh ini hampir tiap tahun pada musim kemarau selalu terjadi kebakaran hutan dan lahan.

Musim kemarau 2019, lahan dan hutan di sejumlah wilayah di kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Ko

--page

Abd

tawaringin Timur ini terbakar.

Akibatnya muncul asap pekat baik di siang maupun malam hari. Untuk mengantisipasi musim kemarau tahun 2020 ini, Pemerintah Kabupaten Katingan mengaku sudah bersiap menghadapinya.

"Kita sudah mulai memasuki musim kemarau tahun ini, bahkan awal Juni 2020 kemarin ada sejumlah titik panas terpantau oleh satelit di wilayah Kabupaten Katingan," sebut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Katingan Eka Suryadilaga, Jumat, 12 Juni 2020.

Namun, sebut Eka Suryadilaga setelah pengecekan di lapangan titik panas yang terpantau satelit di wilayah Kecanatan Katingan Hilir itu ternyata masuk wilayah Kabupatrn Kotim, yakni di Desa Pantai Harapan dengan luasan lahan terbakar sekitar tiga hektar berupa lahan yang ditumbuhi ilalang.

"Sedangkan yang dua titik panas lainnya yang juga terpantau di wilayah hulu dan hilir itu adalah limbah bekas bansaw yang saat itu telah dipadamkan," sebutnya.

Untuk hari ini, kata Eka Suryadilaga titik panas di wilayah Katingan masih nihil. Namun demikian pihaknya tetap mengimbau kepada warga yang tengah membersihkan lahan untuk tidak membakar. (ABDUL GOFUR/m)