BORNEONEWS, Sampit - Sekretaris Komisi I DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Hendra Sia menyesalkan banyaknya peraturan daerah yang tidak jalan. Padahal untuk memproduk regulasi itu anggaran yang digunakan tidak sedikit dan setidaknya untuk penggodokan sebuah perda dana yang dikeluarkan mencapai ratusan juta rupiah.
"Sangat kita sayangkan, masa anggaran ratusan juta rupiah sia-sia saja pada akhirnya manakala Perda itu tidak dijalankan," katanya, Sabtu, 13 Juni 2020.
Hendra Sia meminta agar ada evaluasi terhadap Perda yang sudah disahkan, jangan sampai produk yang dihasilkan oleh lembaga eksekutif dan legislatif melalui pembahasan dan proses panjang itu akhirnya jadi macan kertas saja.
Ke depan Hendra meminta agar setiap Perda yang diusulkan itu harus melalui pertimbangan yang matang sehingga setelah disahkan berjalan sesuai harapan.
"Seperti Perda kawasan tanpa rokok, perda CSR, dan masih banyak lagi yang lainnya saya lihat tidak berjalan, jauh dari yang kita harapkan," tegasnya.
--page
Politisi Partai Perindo itu menegaskan agar dalam waktu dekat ini permasalahan itu jadi bahan pemikiran bagi DPRD Kotim agar dapat mempertanyakan kepada eksekutif apa persamaannya sampai terjadi demikian. (NACO/B-6)








