BORNEONEWS, Palangka Raya - OJK Kalimantan Tengah angkat bicara perihal maraknya informasi seputar kondisi perbankan di Indonesia. OJK menegaskan, keuangan perbankan saat ini dalam kondisi stabil dan terjaga.
"Kondisi yang sama juga ditunjukkan perbankan di Kalimantan Tengah tercermin dari beberapa indikator," kata Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Otto Fitriandy, Selasa, 16 Juni 2020.
Menurut Otto, di Indonesia stabilitas dan terjaganya kondisi keuangan perbankan tercermin dari rasio keuangan hingga April yang berada dalam batas threshold seperti permodalan atau capital adequacy ratio/CAR 22,13 persen.
"Lalu kredit bermasalah atau NPL gross 2,89 persen sementara NPL net 1,09 persen, lalu kecukupan likuiditas yaitu rasio alat likuid/non-core deposit dan alat likuid/DPK April 2020 terpantau pada level 117,8 persen dan 25,14 persen," jelas Otto.
Angka ini menurutnya jauh di atas threshold masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen.
--page
"Jadi jangan khawatir, kondisi keuangan perbankan kita masih stabil. Tetaoi apabila masyarakat masih ragu dan ingin melakukan konsultasi, mohon dapat menghubungi Otoritas Jasa Keuangan," tegasnya. (TESTI PRISCILLA/B-11)








