BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dinas Kesehatan Kotawaringin Barat membuat alat pengamanan tambahan berupa bioseptic kabinet, saat pelaksanaan rapid test di aula Kantor Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Selasa, 16 Juni 2020.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kobar, Jhonferi Sidabalok menjelaskan, bilik pelindung tenaga medis mirip bioseptic cabinet itu berukuran sekitar 1,5 x 2 x 2 meter. Itu bisa digunakan untuk proses rapid test dan pengambilan swab.
"Bilik pelindung tenaga medis tersebut kita buat dan modifikasi berdasarkan saran dari spesialis patologi klinis usai melakukan review pada pelaksanaan rapid test massal di Pasar Indra Sari beberapa waktu lalu," kata Jhonferi Sidabalok.
Menurut Jhonferi Sidabalok, dengan bilik pelindung tersebut, keamanan tenaga medis yang bertugas melakukan rapid test dan pengambilan swab bisa lebih ditingkatkan.
"Kita sudah membuat 5 bilik berbahan mika dan alumunium dengan konstruksi yang bisa dibongkar pasang. Bilik ini bisa kita bawa dan gunakan pada banyak lokasi bila diperlukan," jelas Jhonferi Sidabalok.
--page
Menurutnya, usai digunakan sebelum dibongkar, bilik tersebut wajib menjalani perlakuan khusus sesuai standar keamanan.
"Sebelum dibongkar tentunya bilik ini wajib dibersihkan dulu menggunakan disinfektan. Setelah itu baru dibongkar dan disimpan. Hal serupa juga dilakukan saat bilik akan digunakan, wajib dibersihkan dulu dengan disinfektan," pungkas dia. (WAHYU KRIDA/B-11)








