BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Bupati Seruyan, Yulhaidir menegaskan, pemerintah kabupaten bersama unsur terkait lainnya seperti TNI Polri hingga masyarakat siap melakukan upaya pencegahan serta penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.
Yulhaidir mengatakan, guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, diperlukan sinergitas dari seluruh unsur termasuk masyarakat. Sehingga, peristiwa karhutla tahun 2019 lalu tidak terulang.
“Berdasarkan data dari BMKG bahwa musim kemarau akan mulai terjadi pada pertengahan Juni hingga Sepetember 2020. Kita semua patut meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi karhutla,” kata Yulhaidir, Rabu, 17 Juni 2020.
Ancaman kebakaran hutan dan lahan harus dapat diminimalisasi, mengingat Seruyan memiliki hutan dan lahan kosong yang begitu luas.
Hal itu pula yang menyebabkan Seruyan memiliki potensi terjadi kebakaran hutan dan lahan, apabila tidak diantisipasi sejak dini.
--page
“Saya mengharapkan semua unsur dan seluruh masyarakat dapat bersama-sama melakukan upaya pencegahan secara terpadu, agar karhutla di wilayah kita bisa ditanggulangi,” tandasnya. (FAHRUL/B-11)








