BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Personel gabungan TNI Polri di Kotawaringin Barat mengikuti apel kesiapsiagaan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) 2020 di halaman mapolres, Rabu, 17 Juni 2020.
Apel gelar pasukan dipimpin Komandan Kodim 1014/Pbn, Letkol Inf Yudi Rianto Ratu. Turut serta Danlanud Iskandar, Letkol Pnb Didik Setiya Nugroho dan Wakapolres Kobar Kompol Boni Ariefianto.
Dalam kesempatan tersebut, Dandim 1014 Pangkalan Bun membacakan amanat dari Kapolda Kalteng. Disampaikan, dampak dari karhutla seperti asap sampai ke negara tetangga. Bahkan, Malaysia sempat menuntut Indonesia ke pengadilan Internasional karena mengalami kerugian akibat asap karhutla.
Selanjutnya, dampak yang ditimbulkan dari kabut asap adalah penurunan pertumbuhan ekonomi hampir 10 persen. Sementara dampak terhadap pendidikan di Provinsi Kalimantan Tengah sekolah diliburkan selama 1 bulan.
"Besar harapan saya kepada seluruh babinsa, bhabinkamtibmas, kapolsek, danramil, kapolres serta dandim jajaran untuk saling bersinergi dalam upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Kalteng," demikian isi amanat Kapolda Kalteng.
--page
Selain itu, Dandim Pangkalan Bun menyampaikan, dalam apel ini diperlihatkan kesiapan anggota serta peralatan. Hal itu juga merupakan wujud sinergitas TNI Polri.
"Di lapangan kami akan terus tingkatkan sinergitas guna mencegah terjadinya karhutla. Bila ada konsekuensi hukum akan ditindak kepolisian," tegasnya. (DANANG/B-11)








