BORNEONEWS, Sukamara - Meski telan menjalani perawatan selama 2 bulan di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, namun pasien Sukma 1 yang terkonfirmasi positif Covid-19 asal Desa Sungai Damar, Kecamatan Pantai Lunci, Kabupaten Sukamara masih belum dinyatakan sembuh.
Karena menjalani isolasi terlalu lama, sehingga pasien mulai merasa jenuh dan stres. "Karena diisolasi di dalam ruangan yang tentunya ada kejenuhan, sehingga tanggung jawab kita juga untuk men-supportnya," kata Bupati Sukamara, Windu Subagio, Rabu, 17 Juni 2020.
Memberikan dukungan, pihaknya sering menghubungi pasien melalui telepon atau vidio call untuk menanyakan kabar dan mendengarkan keluhan yang dirasakan pasien.
"Pasien pertama kita ini sudah melakukan 11 kali swab, dan hasilnya selalu positif, hanya ada 1 kali saja yang menunjukan hasil negatif covid-19. Sebenarnya anak tersebut tidak sakit, tidak ada keluhan sama sekali," ujarnya.
Windu melanjutkan, pasien akan dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang apabila hasil swab menyatakan pasien negatif Covid-19 sebanyak 2 kali berturut-turut.
--page
"Saya sudah meminta kepada Dinas Kesehatan dan Tim Medis untuk ke Pangkalan Bun, untuk mengkonsultasikan bagaimana menyikapi anak kita yang satu ini, karena sudah terlalu lama melakukan perawatan dan orangnya juga sudah mulai stres sehingga saya sering-sering telepon," tuturnya.
Dia berharap agar kasus Sukma 1 bisa segera sembuh, dan Kabupaten Sukamara bisa bersih dari penyebaran Covid-19.
"Mudahan pasien ini bisa segera negitif Covid-19, kali sehingga kembali ke Sukamara, dan daerah kitA bersih lagi dan tidak ada yang terpapar, itu harapan kita bersama," tukasnya. (NORHASANAH/B-6)








