SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Meskipun sempat gagal pulang ke Padang Sumatra Barat (Sumbar), karena anak bayinya saat diperiksa di Bandara H Asan Sampit, suhu tubuhnya tinggi, hingga harus diisolasi di Klinik Covid-19. Namun, ternyata hasil swabnya negatif. 

"Alhamdulilah hasil swab dari bayi anak dari Ade Kurniawan tersebut negatifnya Covid-19," ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kotim Multazam, Kamis, 18 Juni 2020. 

Kronologis bayi tersebut diisolasi berawal saat dirinya dilahirkan oleh sang ibu di Rumah Sakit Doris Sylvanus Palangka Raya. Namun beberapa hari setelah itu, sang ibu harus diisolasi karena gagal fungsi paru-paru. 

Selama 15 hari dilakukan perawatan, sang istri meninggal dunia, sehingga dimakamkan menggunakan protokol Covid-19. Ade yang merasa bahwa anaknya butuh perhatian lebih, memutuskan untuk berhenti bekerja di sebuah perusahaan sawit di Kotim. 

Ia bersama sang mertua Indriati memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya di Padang. Rapid test pun dilakukannya, sebagai syarat untuk berangkat melalui bandara. Hasilnyapun non reaktif. 

Namun pada saat pemeriksaan suhu tubuh di bandara, ternyata suhu badan sang anak tinggi. Sehingga pihak maskapi mengembalikan uang tiket pesawat. Dan bayinya tersebut diisolasi di Klinik Covid-19. 

"Setelah beberapa hari diisolasi, hasil swabnya negatif. Sehingga bayi tersebutpun kembali bersama ayah dan neneknya," kata Multazam. 

Untuk meringankan beban keluarga tersebut, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, berinisiatif memfasilitasi kepulangan keluarga tersebut ke kampung halamannya. 

"Kami fasilitasi kepulangannya, rencanaya besok melalui Bandara H Asan Sampit. Penerbangan pesawat Nam Air 15.50 WIB, transit Jakarta," terang Multazam. (MUHAMMAD HAMIM/m)