BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Layanan rapid test gratis bagi pelajar, mahasiswa atau santri yang dibuka Pemkab Kotawaringin Barat (Kobar) guna melengkapi persyaratan untuk bepergian menuju daerah lain untuk menempuh pendidikan, mulai dimanfaatkan santri yang bermaksud kembali ke pondok pesantren tempatnya menuntut ilmu.
Sekitar 80 santri warga Kobar yang rencananya bakal kembali menempuh pendidikan di pondok pesantren di Jawa Timur, Kamis, 18 Juni 2020 mendatangi Labkesda Kobar Jalan Sutan Syahrir untuk melakukan rapid test tersebut.
Koordinator Santri Ponpes Miftahul Ulum Panyepen Pamekasan Madura Ahmadin Basyori disela kegiatannya mengantarkan para santri melakukan rapid test gratis mengaku sangat terbantu dengan adanya kebijakan yang diambil Pemkab Kobar tersebut.
"Adanya rapid test gratis ini tentunya mempermudah para santri, mahasiswa atau pelajar untuk mendapatkan persyaratan yang diperlukan untuk kembali ke daerah dimana mereka menimba ilmu," jelas Ahmadin Basyori.
Karena, menurut Ahmadin Basyori, saat ini sudah ada beberapa ponpes dan instansi pendidikan di luar daerah yang sudah membuka proses belajar mengajar.
--page
"Semoga kesempatan rapid test gratis ini bisa dimanfaatkan para pelajar, mahasiswa dan santri secara maksimal. Karena selama ini kami dengar biaya rapid test cukup mahal. Petugas hanya meminta persyaratan berupa KTP, fotocopy Kartu Keluarga, kartu pelajar/mahasiswa/santri guna membuktikan bahwa mereka benar-benar warga Kabupaten Kobar," jelas Ahmadin Basyori. (WAHYU KRIDA/m)








