PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sebanyak 119 santri asal Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) akan melangsungkan perjalanan kembali menuju pondok pesantren di pulau jawa. Para santri ini pun bersyukur lantaran mendapat bantuan berupa rapid test gratis dari Pemkab Kobar.

Salah seorang santri asal Kobar bernama Muhammad Nasir menyampaikan rasa terimakasih kepada Pemkab Kobar, yang telah menggratiskan biaya Rapid Test. Hal tersebut sangat membantu dan meringankan beban biaya perjalannya menuju ponpes.

"Alhamdulillah dapat meringankan beban kami yang ingin meneruskan menimba ilmu diluar daerah. Karena kalau rapid test mandiri bisa kena biaya Rp 450 ribu sampai Rp650 ribu," ujarnya, saat mengikuti acara pelepasan santri menuju Ponpes tujuan, oleh Bupati Kobar Hj Nurhidayah, di Pelabuhan Panglima Utar Kumai, Jumat, 19 Juni 2020.

Nasir mengatakan, sudah hampir dua bulan lamannya berada di Kobar dan sudah tidak sabar untuk kembali ke Ponpes. Ia berharap semoga wabah pandemi Covid-19 ini segera berlalu dan dapat beraktivitas seperti biasa.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh seoeang santriwati Dina, ia bersyukur dan berterimakasih pada Bupati dan jajarannya.

--page

"Dengan adanya rapid test gratis ini, kami sangat terbantu dan mringkan biaya perjalannya kami untuk kembali mencari ilmu," tuturnya.

Sebanyak 119 santri dan satriwati asal Kobar diberangkatkan dari Pelabuhan Panglima Utar Kumai, Kalimantan Tengah dengan tujuan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur.

Mereka akan kembali masuk ke 4 ponpes di Madura, yakni PPMU Panyeppen, Pamekasan. PPMU Derbing, Ketapang, Sampang. PPMU Al Amin, Parinduan, Sumenep dan PPMU An Nasor, Ketapang, Sampang.

Sebanyak 119 santri dan santriwati yang diberangkatkan ini sebelumnya telah menjalani rapid test dan hasilnya non-reaktif. Biaya rapid test ini ditanggung oleh Pemkab Kobar.

“Karena persyaratan menggunakan trasportasi laut wajib membawa hasil rapid tes yang non reakif. Oleh karena itu semua kami gratiskan demi mereka kembali ke ponpesnya masing masing untuk menimba ilmu,” kata Hj Nurhidayah. (DANANG/B-5)