BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Berdasarkan prakiraan cuaca oleh Badan Meteorologi Klimatilogi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meterologi (Stamet) Iskandar Kelas III Kotawaringin Barat (Kobar), puncak musim kemarau terjadi pada Agustus 2020.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Iskandar, Aqil Ihsan menyampaikan puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus dan September 2020 dan terbagi menjadi 2 wilayah.
"Agustus wilayah Kobar bagian utara yaitu Pangkut, Pangkalan Lada, Pangkalan Banteng dan sekitarnya. September wilayah Kobar bagian Selatan meliputi, Arut Selatan, Kumai, Kubu dan sekitarnya," ujarnya.
Saat ini Kobar dan sekitarnya masih terjadi musim hujan. Umumnya curah hujan pada Juni dasarian 1 berkisar 50 - 75 MM/10 hari tergolong menengah dan bersifat normal.
Sebagian wilayah lainnya memiliki curah hujan yang berkisar antara 20 - 50 MM/10 hari tergolong rendah dan bersifat bawah normal.
--page
"Saat ini wilayah Kobar masih terjadi musim hujan dan mulai masuk musim kemarau pada pertengahan Juli 2020," ungkapnya.
Aqil mengatakan berdasarkan data model BMKG, potensi daerah mudah terbakar dan tingkat kesulitan pengendalian kebakaran di Kabupaten Kotawaringin Barat, masuk kategori aman. (DANANG/B-6)








