JAKARTA –

INILAHCOM, Jakarta - Mantan Sekretaris BUMN, Muhammad Said Didu mengenang soal sepak terjang Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pascareformasi.

"Ibu Srimulyani adalah "arsitek" pembangunan ekonomi Indonesia pasca reformasi," tulis akun Twitter @msaid_didu, dikutip Sabtu (20/6/2020).

Pascareformasi, lanjut Said Didu, Sri Mulyani juga sangat kritis terhadap setiap kebijakan ekonomi yang diambil oleh Presiden RI ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie atau biasa disapa BJ Habibie.
.

"Saat itu beliau adalah kritikus paling tajam terhadap kebijakan perekonomian yg diambil oleh Pak Habibie menangani dampak ekonomi krisis 98," tulis dia.


Sri Mulyani Indrawati, diketahui sebagai wanita sekaligus orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia. Jabatan ini diembannya mulai 1 Juni 2010 hingga dia dipanggil kembali oleh Presiden Joko Widodo untuk menjabat sebagai Menteri Keuangan menggantikan Bambang Brodjonegoro, dia mulai menjabat lagi sejak 27 Juli 2016.

Sebelumnya, dia menjabat Menteri Keuangan Kabinet Indonesia Bersatu. Ketika ia menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia maka ia pun meninggalkan jabatannya sebagai menteri keuangan saat itu.

--page

Sri Mulyani sebelumnya dikenal sebagai seorang pengamat ekonomi di Indonesia. Ia menjabat sebagai Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM FEUI) sejak Juni 1998. Pada 5 Desember 2005, ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan perombakan kabinet, Sri Mulyani dipindahkan menjadi Menteri Keuangan menggantikan Jusuf Anwar.

INILAHCOM