BORNEONEWS, Sampit - Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kotawaringin Timur, Parimus berharap dalam pemilihan kepala daerah yang akan digelar tahun ini bisa berjalan dengan baik.
Dia menekankan pelaksanaan pemilihan kepala daerah Bupati Kotim yang bersamanaan dengan Gubernur Kalteng itu tidak menimbulkan gesekan antar-pendukung nantinya.
Parimus melihat pergolakan politik dari sisi media sosial memang cukup panas. Namun hendaknya itu sebatas di media sosial, tidak terbawa suasana kepada kehidupan sosial masyarakat.
"Karena jika melihat dari media sosial tentunya akan menjadi preseden buruk bagi hubungan antar warga di kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara," kata Parimus, Minggu, 21 Juni 2029.
Semua pihak kata dia boleh mencalon atau punya dukungan masing-masing selama ini tidak dilarang oleh aturan, sehingga tidak perlu saling menghujat, mencaci maki hingga membuat suasana panas.
--page
Politisi senior yang tiga periode di DPRD Kotim ini berharap dalam konstelasi pilkada 2020 nanti tidak membuat masyarakat lantas seperti di pilpres.
Kondisi masyarakat terbelah dengan konflik dukungan yang membuat harmonisasi dikalangan masyarakat menjadi terganggu.
Jangan sampai lanjut dia seperti pilpres yang mana sangat terasa masyarakat punya kubu-kubu pendukung dengan tingkat panatisme yang luar biasa.
Dia mengatakan semua pihak merasa punya kans untuk maju di pilkada. Semakin banyak calon bupati maka semakin banyak pilihan masyarakat.
Dia menyebutkan jika pilkada hanya diikuti oleh dua paslon maka persaingan dan konstelasi panas itu akan terasa gejolaknya. (NACO/B-7)








