SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Kotawaringin Timur, Parimus menyebut daerah saat ini terseok-seok menghadapi wabah Covid-19.

Oleh sebab itu, rencana digelarnya Pilkada pada Desember 2020 dinilai masih belum tepat. "Kalau saya mendukung agar ditunda hingga tahun 2021," tegas Parimus, Senin, 23 Juni 2020.

Harus dipertimbangkan kata dia adalah bagaimana pelaksanaan pilkada sementara wabah masih terjadi. Apakah ada ketersediaan anggaran untuk APD penyelenggara maupun masyarakat.

Sementara jika melihat kondisi keuangan daerah khususnya di Kotim saat ini sangat kritis pasca dirasionalisasi oleh kebijakan pemerintah pusat lebih dari Rp 400 miliar.

“Kalau daerah dibebankan beli APD untuk penyelenggara ataupun para pemilih itu sumber anggaranya di mana. Kita saja bayar untuk kewajiban gajih dan lain sebagainya terseok-seok,” tukasnya.

--page

Dilain sisi, anggota DPRD Kotim ini mengakui dengan pelaksanaan pilkada di tengah wabah ini otomatis kampanye akbar ditiadakan. 

Memang hal itu akan berdampak kepada penghematan biaya sosialisasi. Namun, bagi calon yang masih belum dikenal masyarakat hingga ke pelosok akan kesulitan. 

“Dengan begini yang diuntungkan justru calon-calon yang populer dan namanya familiar, karena pelaksanaanya dipaksa saat ini tandasnya. (NACO/B-7)