BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menggratiskan rapid test khusus pelajar, santri, dan mahasiswa yang menuntut ilmu ke luar daerah. Namun jika ditemukan reaktif, maka akan langsung diisolasi.
"Kalau ada yang reaktif akan langsung diisolasi. Itu sebagai langkah pencegahan," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kotim, Multazam, Senin, 22 Juni 2020.
Selian mengisolasi yang reaktif, keluarganya juga akan di-tracing dan dilakukan rapid test. Itu akan dilakukan hingga hasil tes swab lanjutan kelua.
"Tentunya kalau reaktif, keluarganya juga akan di rapid test. Riwayat perjalanannya juga akan kami tracing," kata Multazam.
Sementara, pelajar, santri dan mahasiswi yang mendaftar online dan manual sudah mencapai 350 orang. Namun setelah diseleksi dan ditemukan nama ganda, yang benar-benar bisa mengikuti rapid test sejumlah 275 orang.
--page
"Namun jumlah tersebut bisa bertambah, karena pendaftaran masih dibuka. Tergantung keberangkatan mereka," terang Multazam. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)








