PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan atau SKIPM Palangka Raya, Iromo mengatakan aplikasi Si Cantik Palangka Raya yang merupakan singkatan dari Sistem Informasi Cermat, Akuntabel dan Simpatik pada SKIPM Palangka Raya adalah replikasi dari aplikasi Jesika Imut Pisan dengan kepanjangan Jendela Informasi Karantina Ikan dan Mutu Penuh Inspirasi dan Pesan milik Stasiun KIPM Bandung.

"Kita dari UPT Kementerian Kelautan dan Perikanan memang mengikuti kompetisi ini pada Kategori Replikasi sehingga masuk dalam Top 99 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik atau KIPP 2020 sekarang ini," kata Iromo kepada Borneonews, Senin, 22 Juni 2020.

Aplikasi ini menurutnya mendapat modifikasi di sana-sini dengan memasukkan elemen inovasi bagi penggunaan di wilayah Kalimantan Tengah secara keseluruhan.

"Kita modifikasi dengan wilayah yang lebih luas yaitu 3 bandar udara dan 2 pelabuhan di provinsi Kalimantan Tengah dengan tingkat pendidikan yang lebih rendah, masih tradisional sehingga sulit mengakses internet secara konvensional," tuturnya.

Inovasi yang dilakukan yaitu merupakan modifikasi dari sistem PPK online yang sudah dilakukan, sistem CKIB, HACCP, CPIB, assesment terhadap pengguna jasa yang terdaftar sehingga dapat memberikan jaminan terhadap sistem karantina dan mutu perikanan. 

--page

"Sistem ini terintegrasi dengan PPK online, Sisterkaroline, Sistem  CKIB online, sistem CPIB dan aplikasi Simfoni atau e-billing PNBP sehingga memudahkan pengguna jasa maupun stakeholder karantina ikan dan mutu hasil perikanan untuk mengurus perizinan sertifikasi dari mulai permohonan pemeriksaan karantina sampai dengan pembayaran PNBP  hanya melalui HP android," bebernya. (TESTI PRISCILLA/B-6)