BORNEONEWS, Sampit - Hingga saat ini masih ada sekitar 25 desa di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berstatus sangat tertinggal. Hal itu menjadi perhatian pemerintah daerah.
"Saya harap kita semua, terutama kepala desa, bisa membuat desa mereka lepas dari status desa tertinggal," ujar Bupati Kotim Supian Hadi, Senin, 22 Juni 2020.
Ia menerangkan, saat ini jumlah desa tertinggal sudah mulai berkurang drastis. Pada 2018 yang total keseluruhan 55 desa berstatus tertinggal, berkurang menjadi 25 pada 2019. Pada tahun 2020 ini diharapkan juga kembali berkurang drastis.
"Mudah-mudahan pada 2020 ini, jumlah desa tertinggal kembali berkurang. Atau bahkan tidak ada lagi," harap Supian.
Untuk mewujudkan hal tersebut, ia berharap agar kepala desa bisa bekerja bersungguh-sunghuh memberikan yang terbaik kepada desa dan masyarakat desanya. Terutama yang harus dilakukan adalah memberdayakan masyarakat demi kesejahteraan mereka.
"Kesejahteraan masyarakat adalah hal utama. Kalau sudah dilakukan, maka akan terlepas dari status desa tertinggal," terang Supian.
Ia juga menyebutkan, saaytini untuk desa maju dan mandiri di Kotim juga meningkat. Sebelumnya hanya satu desa pada 2018, pada 2019 meningkat jadi dua desa. (MUHAMMAD HAMIM/m)








