PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Integrasi sistem android Si Cantik Palangka Raya diklaim dapat pangkas waktu pengurusan ke kantor pelayanan Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan atau SKIPM Palangka Raya.

"Si Cantik yang merupakan singkatan dari Sistem Informasi Cermat, Akuntabel dan Simpatik pada SKIPM Palangka Raya ini, integrasi sistemnya dapat menyingkat waktu dan biaya dari sebelumnya," kata Kepala SKIPM Palangka Raya, Iromo kepada Borneonews pada Selasa, 23 Juni 2020.

Pengurusan yang biasanya memakan waktu antara 1,5 hingga 6 hari sebelum keberangkatan dengan beberapa kali datang ke kantor pelayanan menurut Iromo dapat dipangkas hingga hanya dalam hitungan jam.

"Kalau biasanya pengguna jasa SKIPM Palangka Raya yang dari Pangkalan Bun misalnya, atau Sampit, atau yang di Palangka Raya sekitar pun kalau menggunakan jasa SKIPM haru berhari-hari karena harus datang ke kantor, sekarang bisa dipangkas menjadi hanya 55 menit," tutur Iromo.

Proses sertifikasi karantina ikan dan mutu hasil perikanan menurut Iromo, sebelumnya menggunakan sistem permohonan manual dan pemeriksaan sampel memerlukan waktu yang lama, bahkan biaya yang banyak bisa dipangkas dengan aplikasi ini.

--page

"Biasanya karena lokasi pengusaha berdomisili jauh dari kantor Stasiun KIPM Palangka Raya maupun wilayah kerja di Sampit dan Pangkalan Bun, memberatkan para pengusaha ikan dalam pengurusan di Palangka Raya. Kalau dengan sistem ini semua bisa diakses dari mana saja," tuturnya.

Iromo menjelaskan bahwa sistem ini terintegrasi dengan PPK online, Sisterkaroline, Sistem  CKIB online, sistem CPIB dan aplikasi Simfoni atau e-billing PNBP sehingga memudahkan pengguna jasa maupun stakeholder karantina ikan dan mutu hasil perikanan untuk mengurus perizinan sertifikasi dari mulai permohonan pemeriksaan karantina sampai dengan pembayaran PNBP hanya melalui HP android. (TESTI PRISCILLA/B-7)