PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan atau SKIPM Palangka Raya, Iromo mengatakan bahwa penerapan aplikasi android Si Cantik telah berdampak pada peningkatan ekspor ikan Kalimantan Tengah.

"Integrasi sistem melalui Si Cantik SKIPM Palangka Raya telah berdampak kepada peningkatan ekspor," kata Iromo kepada Borneonews pada Selasa, 23 Juni 2020.

Si Cantik, kata Iromo, merupakan singkatan dari Sistem Informasi Cermat, Akuntabel dan Simpatik pada SKIPM Palangka Raya yang diikutkan dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik atau KIPP dan sekarang masuk dalam Top 90 se-Indonesia.

"Peningkatan ekspor yaitu sertifikasi ekspor 12 sertifikat nilai ekspor Rp.463.761.310 pada 2018 menjadi 21 sertifikat dengan nilai ekspor Rp. 1.558.900.000,- pada tahun 2019," jelas Iromo.

Kemudian, lanjutnya, eksportir terdaftar dari di tahun 2018 hanya 1 pengusaha menjadi 3 pengusaha pada 2019.

--page

"Meningkatnya PNBP juga terjadi yaitu Rp.104.613.839 pada 2017 menjadi Rp.169.230.585 pada 2018, dan Rp.203.641.868 pada 2019," bebernya.

Pihaknya meminta dukungan masyarakat karena dati Top 90 ini masih ada satu tahapan lagi yaitu Top 45. Karena itu pihaknya minta doa dari masyarakat Kalteng agar bisa lolos di tahap berikutnya. (TESTI PRISCILLA/B-7)