BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Di tengah wabah pandemi Covid-19 ini Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020 madrasah di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) menggunakan sistem online dan offline atau secara langsung.
"PPDB 2020 sejumlah madrasah di Kobar menggunakan 2 metode, pertama online dan offline, salah satu contohnya di MTsN 1 Kobar ini," ujar Kasi Pendidikan Madrasah pada Kanwil Kemenag Kobar, Mulyono, Selasa 23 Juni 2020.
Adapun pertimbangan adanya PPDB online dan offline ialah, karena ini baru pertama kali diadakan online. Kemudian dikhawatirkan tidak semua wali murid memahami teknologi, sehingga wali murid kesulitan mendaftarkan sekolah anaknya.
Mulyono menyampaikan meski di tengah pandemi Covid-19 ada penerimaan secara langsung atau offline, namun protokol kesehatan harus dijalankan dan diawasi dengan ketat.
"Sebelum masuk area gedung sekolah wajib cuci tangan, kemudian di tes suhu, diberi jarak, kemudian diberi nomor antrian, sehingga tidak terjadi penumpukan orang didalam gedung," ungkapnya.
--page
Dalam monitoring kali ini pihaknya ingin memastikan proses PPDB 2020 berjalan dengan baik, terutama yang proses langsung agar benar - benar menerapkan protokol kesehatan.
"Setelah MTsN 1 Kobar kita akan monitor ke sekolah yang berada di Kumai. Diharapkan para wali murid memahami betul kondisi saat ini, sehingga saat hendak mendaftar langsung supaya ikuti protokol kesehatan yang diterapkan," tandasnya. (DANANG/B-6)








