INILAHCOM, Jakarta - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ace Hasan Syadzily menanggapi keluhan netizen soal banyak santri di daerah ingin kembali ke pesantren terkendala rapid test.
Ace menekankan saat rapat kerja bersama Menteri Agama, ia sudah meminta alat pencegah penyebaran Covid-19 disediakan pemerintah, baik pusat dan daerah. Terutama rapid test, harus disediakan pemerintah.
"Bgm mungkin Pesantren dpt mendptkan alat spt itu? Mudah2an masuk dlm anggaran 2,3 T," tulis akun Twitter @acehasan76, dikutip Selasa (23/6/2020).
Ace pun mengaku sudah menekankan secara khusus agar pentingnya peran pemerintah dalam menyediakan rapid test di Pesantren.
"Pada bagian akhir dari Rapat ini, saya menyampaikan pentingnya peran Pemerintah dlm menyediakan Rapid Test di Pesantren. Jgn hanya membuat panduan new normal saja, tapi kewajiban utamanya memberikan fasilitas pencegahan Covid-19," tulis dia.
--page
Diketahui Rapid test adalah metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus Corona. Kalau rapid test menunjukan hasil positif, pemeriksaan akan dilanjutkan ke swab test untuk memastikan bahwa hasil yang ditemukan adalah virus corona bukan virus yang lainnya.








