SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Hingga saat ini pemeriksaan ibu hamil di RSUD dr Murjani Sampit mengalami penurunan drastis. Tidak seperti biasanya pada hari normal.

"Ada penurunan untuk pemeriksaan ibu hamil di RSUD dr Murjani Sampit, mungkin karena ada persepsi di tengah masyarakat rumah sakit tempatnya isolasi Covid-19," ujar dr sepesialis kebidanan RSUD dr Murjani Sampit, dr Elfa Yonatan, Rabu, 24 Juni 2020.

Sejak Maret hingga April 2020 lalu, pasien yang memeriksakan diri ke rumah sakit menurun. Namun pada Mei hingga Juni sudah mulai banyak. Tapi rata-rata dengan kondisi yang berisiko yakni kondisi pasien sudah kejang-kejang.

"Dalam pekan ini saja sudah ada 3 pasien yang kejanh-kejang dan mereka rata-rata tidak ada memeriksakan diri sewaktu hamil," katanya.

Kondisi ini sangat disayangkan pihak rumah sakit, karena pemeriksaan sewaktu hamil sangat perlu dilakukan, sehingga bisa diketahui kondisi jani dan kandungannya.

--page

Bahkan jika ada yang darah tinggi, atau memiliki riwayat keguguran, bayi meninggal, dan pendarahan, bisa ditangani lebih intensif.

"Jangan malah saat genting atau sudah kondisi membahayakan baru datang ke rumah sakit. Karena ini sangat membahayakan pasien itu sendiri," terangnya.

Dia menegaskan bahwa tidak ada larangan bagi masyarakat melahirkan di rumah sakit. Juga tidak menganjurkan untuk melahirkan di bidang kampung atau dukun beranak, namun alangkah baiknya bagi ibu hamil rutin memeriksakan diri hingga saat hendak persalinan. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)