BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Bupati Kobar Nurhidayah menerima bantuan APD hasil produksi peserta latihan kerja Disnakertrans Kobar, Jumat, 26 Juni 2020.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kotawaringin Barat (Kobar) yang juga Jubir Tim Gugus Penanganan Covid-19 Achmad Rois saat mendampingi bupati mengatakan, APD tersebut bakal dimanfaatkan secara maksimal sesuai tingkatan atau level resiko infeksinya.
"Karena APD dalam dunia medis memiliki 3 level. Contohnya level 1 APD yang bisa digunakan tenaga medis yang tidak bersentuhan langsung dengan pasien positif covid-19. Untuk level 2 dan 3 tentunya bisa digunakan pada kondisi infeksi tingkat lanjutan lebih tinggi," jelas Achmad Rois.
Achmad Rois menjelaskan, petugas dari Dinkes Kobar juga turut melakukan pendampingan langsung dalam proses pembuatan APD bagi peserta latihan kerja, yang digelar Disnakertrans Kobar.
"Saat APD ini diserahkan pada Tim Gugus Covid-19 Kobar nantinya juga bakal dilakukan pengecekan dan diteliti lebih lanjut oleh Dinkes Kobar guna menentukan level APD tersebut. Pastinya semua APD yang diterima akan dimanfaatkan secara maksimal sesuai tingkatannya," jelas Achmad Rois.
--page
Sebelumnya diberitakan Bupati Kobar Nurhidayah mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan nantinya pelaku UMKM Kobar akan ikut serta dalam usaha pembuatan APD.
"Tentunya APD yang dibuat harus memenuhi standar medis dan terverifikasi oleh Kemenkes RI. Bila pembuatan APD ini bisa dilakukan di tempat kita, kenapa tidak dilakukan? Paling tidak awalnya untuk memenuhi kebutuhan kita sendiri. Karena selama ini untuk kebutuhan APD kita selalu mendatangkan dari produsen yang berasal dari Pulau Jawa," jelas Bupati.(WAHYU KRIDA/B-7)








