BORNEONEWS, Tamiang Layang – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Barito Timur, Wahyudinnor mengatakan, sangat menjadi tantangan besar bagi daerah dalam meningkatkan pendapatan asli daerah di saat pandemi Covid-19.
"Untuk itu, perlu strategi dan sinergisitas antara eksekutif dan legislatif untuk bersama-sama berupaya meningkatkan PAD Bartim," kata Wahyudinnor, Minggu 28 Juni 2020.
Menurutnya, perlu adanya komunikasi yang baik antara DPRD dan Pemkab Bartim dalam membahas fokus strategi dan saling bersinergi dalam meningkatkan PAD. Karena dampak pandemi Covid-19 sangat berpengaruh pada melemahnya perekonomian masyarakat.
Selain itu, pelaku usaha mulai dari perusahaan besar swasta hingga pelaku usaha kecil dan makro juga terkenda dampak dampak sosial ekonomi dari Covid-19.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu mencontohkan, rasionalisasi anggaran yang terjadi menyebabkan hampir tidak adanya upah pungut atau insentif bagi pelaku pemungut pendapatan daerah.
--page
"Sementara ini yang kita lihat, selain tidak adanya tunjungan atau insentif dan tidak ada penghargaan, ditambah lagi penyerapan anggaran, mungkin ini juga ada korelasinya berkaitan peningkatan PAD," pungkasnya. (PRASOJO/B-7)








