PURUK CAHU –

BORNEONEWS, Puruk Cahu - Wilayah Kabupaten Murung Raya (Mura) memang sebagian besar kawasan pemukiman dan desa desanyya berada di bantaran sungai Barito, tidak heran ketika intensitras hujan tinggi seperti saat ini dan sungai meluap, banyak wilayah yang akan tergenang banjir.

Seperti yang saat ini terjadi, luapan sungai Barito karena guyuran hujan yang sering terjadi membuat sejumlah wilayah di Kabupaten paling Utara Kalteng ini dikepung banjir, dimana ada puluhan desa yang saat ini sudah terendam banjir dan waspada karena debit air naik secara drastis.

Dimana banjir mulai terjadi di beberapa desa seperti Desa Muara Sompoi, Juking Pajang, Danau Usung, Muara Tuhup, Muara Tupuh dan juga di beberapa titik di Kota Puruk Cahu dan beberapa desa lainnya.

Pantauan Ppost pada Minggu (28/6) kenaikan debit air terjadi tiga hari terakhir   debit DAS Barito naik secara signifikan, dimana guyuran hujan yang terjadi setiap hari di sebagian besar wilayah Kabupaten Mura membuat banjir tidak lagi bisa dihindari.

Bahkan saat ini belum ada tanda tanda debit air akan menurun, bahkan menunjukan debit air akan kembali naik, termasuk cuaca yang selalu mendung menandakan akankembali terjadi hujan membuat masyarakat bantaran sungai semakin resah.

--page

Sementara itu, Kepala, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mura, Merkudius Dani ketika dikonfirmasi Ppost, Minggu kemarin mengatakan saat ini puluhan desa di sejumlah keamatan sudah terendam banjir.

Dimana banjir terjadi di wilayah Kecamatan Murung, Laung Tuhup, Barito Tuhup Raya, Permata Intan, bahkan Sumber Barito yang ada di bagian hulu sungai Barito.

Namun untuk berapa persis jumlah desa dan jumla rumah yang terendam saat ini masih dalam pendataan petugas dilapangan.

Dirinya menjelaskan, saat ini ketinggian air berada di level 8,00 meter pada alat ukur ketinggian air di Dermaga Putir Sikann Puruk Cahu.

Sementara itu, Bupati Drs. Perdie MA sebelumnya di Puruk Cahu kepada awak media mengungkapkan bahwa memang saat ini sejumlah desa di wilayah Mura tengah terendam banjir, karena debit DAS Barito yang naik sangat signifikan bersama dengan tingginya intensitas hujan.

Masyarakat diminta untuk waspada untuk meminimalsr kerugian yang terjadi akibat banjir, dan berharap banjir segera surut sehingga masyarakat bisa beraktifitas normal kembali. (Trs/m)