PURUK CAHU –

BORNEONEWS, Puruk Cahu - Pemkab Murung Raya (Mura) melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 terus menggencarkan rapid test masal bagi masyarakat dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Virus Corona.

Dimana setelah melaksanakan rapid test masal terhadap pedagang pasar besar yang ada di Kota Puruk Cahu, kini mulai menyasar ke pemilik warung makan dan juga tukang cukur yang bekerja di barbershop atau salon.

Sementara itu, Ketua Harian Gugus Tugas, Drs. Hermon mengatakan bahwa pelaksanaan rapid test masal dilakukan secara marathon selama tiga hari berturut turut bahkan hingga malam hari di beberapa lokasi berbeda.

Mulai dari pasar pelita hilir, pasar pelita hulu di Bahitom, pasar alun alun Jorih Jerah dan Stadion Mini Puruk Cahu, dimana berdasarka hasil rapid test ada sebanyak dua pedagang yang dinyatakan reaktif rapid test dan saat iitu langsung diambil sample Swab nya untuk dilaksanakan PCR.

“Berdasarkan informasi yang disampaikan dari petugas medis yang melaksanakan rapid test ada dua pedagang yang reaktif di pasar pelita hulu satu orang dan di pasar malam alun alun satu orang. Dan saat itu langsung di Swab dan menunggu hasil PCR” katanya.

--page

Selain pedagang, rapid test juga menyasar ke pemilik warung makan yang ada di Kota Puruk Cahu, termasuk para tenaga cukur rambut yang di barbershop atau salon. Karena kedua profesi tersebut juga rentan terhadap penularan dan menularkan” katanya.

Dirinya mengatakan Pemerintah bersyukur tingkat kesadaran masyarakat khususnya para pedagang cukup baik dalam pelaksanaan rapid test ini, meski masih ada pedagang yang tidak mau menjalani rapid test dengan berbagai alasan.

Karena sangat penting, maka Pemerintah melakukan upaya terus menerus untuk seluruh pedagang bersedia di rapid test, dan terpaksa memberikan sanksi apabila ada pedagang yang tidak bersedia.

“Perlu diifahami rapid test ini sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19, sangat penting untuk dilakukan, tidak ada alasan pedagan tidak bersedia, karena ini untuk kepentingan bersama secara luas” kata Sekda ini.

Dirinya mengatakan rapid test masal akan terus diupayakan dilaksanakan dengan penyasar proesi profesi lainnya yang rentan tertular dan menularkan. (Trs/B-5)