PURUK CAHU –

BORNEONEWS, Puruk Cahu - Pemerintah Kabupaten Murung Raya (Mura)  kembali melaksanakan program bantuan bahan pangan bagi masyarakat khusunya tidak mampu dan terdampak Covid—19. Dimana kali ini melalui Dinas Perindagkop dan UKM setempat, digelar pasar murah Covid-19.

Pasar murah Covid-19 dilaksanakan perdana di wilayah Kecamatan Murung, Senin kemarin bertempat di halaman Kantor Camat Murung dan dibuka langsung Bupati Mura Drs. Perdie M. Yoseph MA, dihadiri juga Ketua DPRD Doni, SP, MSi, Kapolres Mura AKBP. Dharmeswara H.K dan sejumlah kepala SOPD.

Laporan Kepala Disperindagop Mura, Kariadi S.Sos mengatakan bahwa dalam rangka membantu masyarakat tidak mampu menghadapi dampak Pandemi Covid-19 ini pihaknya menggelar pasar murah.

Dimana ada sebanyak 3.923 paket semabko murah yang akan dijual ke masyarakat tidak mamu yang sudah terdata dengan subsisi harga per paket mencapai 75 persen, da nisi paket terdiri dari gila, minyak goreng dan tepung terigu.

“ pasar murah Covid-19 akan dilaksanakan di 10 Kecamatan, dan dilaksanakan secara marathon hingga tanggal 28 Juni mendatang, subsisi harga mencapai 75 persen, dimana harga pasaran per paket itu Rp 57 ribu dan disubsidi menjadi Rp 14.250” kata Kariadi.

--page

Semua kecamatan mendapat alokasi paket sembako berbeda, dan untuk Kecamatan Murung ada sebanyak 785 paket sembako yang dijual dan dilaksanakan selesai dalam aktu satu hari.

Agar tertib, pasar murah dilaksanakan dengan menggunakan protocol kesehatan dengan pengaturan dibantu pihak Satpol PP.

Sementara itu, Bupati Mura dalam sambutannya ketika itu menyatakan bahwa dalam masa Pandemi Covid-19 tentu masyarakat telah merasakan dampak secara ekonomi cukup signifikan.

Dan Dalam kondisi seperti ini, Pemerintah hadir untuk memberikan bantuan demi bantuan kepada masyarakat yang menbutuhkan, khususnya untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari hari.

Dan pasar Mura Covid—19 merupakan salah satu program Pemerintah Kabupaten Mura dalam rangka peduli terhadap masyarakat tidak mampu yang terdampak Covid-19 dan berharap bisa bermanaat untuk sedikit mengurngi beban kebutuhan saat ini.

--page

Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan bahwa kemandirian pangan masyarakat harus diperhatikan, karena tidak tau sampai kapan Pandemi ini akan berakhir dann seberapa besar dampaknya apabbila berlangsung lama.

Sehingga solusinya adalah dengan bercoocok tanam, sayur mayur dan kebutuhan pangan yang mudah ditanam dan bisa menjamin ketersediaan bahan pangan rumah tangga. “ saya minta mulai saat ini ayo berkebun, tanam berbagai sayur mayur dan bahan pangan lainnya, untuk skala rumah tangga saja dan bisa menjamin kebutuhan pangan apabila terjadi krisis pangan yang mungkin terjadi di masa Pandemi ini,” kata Bupati. (Trs/B-5)