BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Akibat hujan deras beberapa hari terakhir yang melanda daerah Kecamatan Kotawaringin Lama (Kolam), membuat jalan penghubung antara Pangkalan Bun - Kolam terendam banjir, Rabu, 1 Juli 2020.
Banjir yang menyebabkan terendamnya akses jalan yang menjadi sarana transportasi masyarakat Pangkalan Bun menuju Kecamatan Kolam, dengan kedalaman 70 cm dan jalan yang terendam sepanjang 50 m.
Tanggap akan masalah yang dihadapi warganya, Danramil 1014 - 03/ Kotawaringin Lama Kapten Inf Handoyo bersama dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas Polsek Kolam, serta masyarakat turun ke lapangan membantu warga yang ingin melintas.
"Kita bantu warga dengan menaikan barang bawaannya ke perahu untuk melintasi jalan yang terendam di jalan poros menuju Kotawaringin Lama," ujarnya, Kamis, 2 Juli 2020.
Tak hanya jalan, banjir akibat luapan air Sungai Arut ini juga berdampak pada sejumlah rumah warga di Kecamatan Kolam.
--page
"Beberapa desa yang terdampak banjir, seperti Desa Kondang, Desa Rungun, dan Kelurahan Kumai Hulu dengan kedalaman yang bervariasi," ungkapnya.
Danramil meminta warga, untuk selalu waspada dan siaga apabila terjadi banjir karena saat ini curah hujan di daerah Kotawaringin Lama dan sekitarnya cukup tinggi.
"Warga harus peka dan ekstra hati-hati apabila terjadi bencana banjir yang lebih besar lagi, agar bisa meminimalisir dampak kerugian yang ditumbulkan," pesannya. (DANANG/m)








