BORNEONEWS, Puruk Cahu - Bupati Murung Raya Perdie M Yoseph berharap kedepannya bidang perkebunan dapat mendongkrak dan menjadi salah tulang punggung perekonomian masyarakat di masa sulit sepperti saat ini.
“Kita saat ini sedang berfokus kepada pengembangan sektor perkebunan seperti karet, Sawit,Coklat dan Kopi,dan kita masih sangat menantikan akan ada investor yang mau memasukan modalnya untuk pengembangan bidang perkebunan tersebut” kata Bupati belum lama ini di Puruk Cahu.
Di mana,sampai saat ini petani yang ada di Mura yang sudah mengembangkan Coklat dilahannya telah mencapai puluhan hectare di daerah Kecamatan Murung,sedangkan untuk kopi di Desa Dirung Sarung dan Osom Tompok dengan luas yang cukup besar yang dilakukan oleh masyarakat.
Termasuk juga bidang perkebunan kelapa sawit yang saat ini tengah dilirik oleh Pemerintah, dimana keberadaan perkebunan kelapa sawiit nantinya diharapkan akan tumbuh dan berkembang di Kabupaten Mura, namun bukan menjadi menjadi tujuan utama akan tetapi sebagai pelengkap variasi usaha bidang perkebunan yang ada.
Oleh sebab itu kata Bupati lahan yang dipersiapkan untuk invvestasi perkebunan sawit akan dibatasi dan hanya sebagian kecil dari luasan lahan yang diperintukan untuk pengembangan perkebunan ataupun pertanian.
Oleh sebab itu, Bupati menjelaskan kehadiran Investor untuk mengembangkan bidang kelapa sawit tersebut sangatlah diperlukan,terlebih untuk menjual dan mengelola sawit tersebut.
--page
“Selain investor dan kita berdayakan juga masyarakat untuk mengembangkann kelapa sawit, namun harus dikkonsep dan dibarengi dengan kebradaan perusahaan sawit, kalau tidak kita takutkan masyarakat akan kesulitan untuk menjual dan mengelola kelapa sawit tersebut,dan hal itu tentu akan merugikan masyarakat”jelasnya.
Apalagi saat ini harga komoditas karet tengah anjlok yang mungkin terkena dampak dari Pandemi Covid-19, sehingga sector perkebunan selain karet bisa jadi focus baik itu Pemerintah maupun masyarakat sebagai upaya untuk menjaga stabilitas ekonomi.
Karena Mura punya lahan yang subur dan sangat luas yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berkebun, tidak hanya sebatas untuk kebutuhan pangan, namun juga menanam komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi. (TRISNO/B-5)








