PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Tanggap dan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak musibah banjir, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) kembali menyalurkan bantuan sembako kepada di dua desa di Kecamatan Arut Selatan, Selasa, 7 Juli 2020, sore.

Dengan didampingi Dinas BPBD Kobar, Dinsos Kobar, Dinkes Kobar, Dinas PUPR Kobar, Dinkes Kobar dan Satpol PP dan Damkar Kobar, Bupati Hj Nurhidayah terjun langsung menyerahkan bantuan ke dua desa yakni Kumpai Batu Bawah dan Tanjung Terantang.

Bupati Kobar Hj Nurhidayah mengatakan, sesuai dengan komitmen Pemkab bahwa setiap ada korban banjir wajib terdata. Selanjutnya para korban banjir juga diberikan bantuan berupa paket sembako.

"Seperti warga desa dan kelurahan yang terkena dampak banjir, dua desa di Arut Selatan yakni Tanjung Terantang dan Kumpai Batu Bawah kita berikan bantuan paket sembako," kata Bupati Kobar Hj Nurhidayah.

Paket sembako tersebut sebagai wujud kepedulian Pemkab terhadap para korban banjir. Sehingga mereka juga ikut diperhatikan Pemkab meskipun bantuan tersebut hanya berisikan paket yang jumlahnya tidak seberapa.

--page

"Kami harap masyarajat jangan melihat isinya, tapi bentuk kepedulian Pemkab terhadap korban banjir. Paling tidak bantuan yang kami berikan bisa sedikit membantu dan meringankan beban masyarakat," ujarnya.

Pendataan korban banjir ini terus dilakukan, karena Pemkab Kobar tidak ingin pilih kasih. Setiap korban banjir yang terdata ini bakal diberikan bantuan berupa paket sembako.

"Total bantuan yang disalurkan kepada korban banjir yang ada di Kobar saat ini ada 1500 an. Bantuan yang disalurkan ini berasal dari BPBD dan Dinas Sosial," sebutnya.

Dampak banjir ini nampaknya akan terus bertambah, karena BPBD juga terus mendapat laporan dari sejumlah Kades. Sehingga dirinya juga bakal melakukan monitoring ke desa - desa yang terkena dampak banjir.

"Setiap monitoring ke daerah terdampak banjir saya juga di dampingi sejumlah kepala dinas. Jika ada keluhan apapun di lapangan maka langsung di respon sejumlah dinas terkait. Seperti masalah jalan yang terendam banjir, maka ini langsung masuk agenda penanganan Dinas PUPR dan sebagainya," tandasnya. (DANANG/B-7)