PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Curah hujan yang masih tinggi membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) terdampak banjir, sehingga status tanggap darurat bencana banjir diperpanjang.

Plt Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar, Ali Syahbana didampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik Reneli mengatakan mengingat masih terjadinya banjir di wilayah Kabupaten Kobar, sehingga status Tanggap Darurat Bencana banjir yang berakhir hingga 6 Juli 2020 dan diperpanjang hingga 14 hari.

"Status tanggap darurat bencana banjir terhitung 7-20 Juli 2020," ujarnya," saat mantau banjir di Desa Kumapai Batu Bawah.

Banjir yang kian meluas, tercatat ada 3 kecamatan di Kobar terdampak musibah banjir yaitu Kecamatan Arut Utara, Kecamatan Kotawaringin Lama dan Kecamatan Arut Selatan.

Berdasarkan perincian, secara global jumlah rumah yang terdampak banjir sebanyak 1.542 KK, dengan rincian Kecamatan Arut Utara sebanyak 690 KK, Kecamatan Kotawaringin Lama sebanyak 776 KK dan Kecamatan Arut Selatan 76 KK.

--page

"Karena masih tingginya intensitas Curah hujan, maka diharapkan warga yang tinggal di bantaran sungai agar selalu waspada, kemungkinan banjir susulan," tandasnya. (DANANG/B-6)