PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Seksi Kesehatan Hewan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian atau DKPP Kota Palangka Raya, drh Eko Hari Yuwono mengatakan bahwa Kota Palangka Raya memiliki 15 pengusaha sapi yang melayani penjualan hewan kurban untuk Idul Adh. Namun, karena pandemi Covid-19, jumlah sapi yang dimiliki tahun ini turun hingga 40 persen.

"Setidaknya ada 15 titik sentra penjualan sapi di Palangka Raya ini. Ada yang di dalam kota, ada juga yang di kawasan pinggiran kota seperti di kawasan Kecamatan Sabangau dan Bukit Batu. Tetapi stoknya untuk tahun 2020 ini memang menurun sekitar 40 persen dikarenakan wabah Covid-19 ini," kata drh Eko kepada Borneonews pada Jumat, 10 Juli 2020.

Jika tahun lalu ada sekitar 1.000 ekor sapi yang dijual menjelang Idul Adha, tahun ini menurut drh Eko stoknya hanya ada sekitar 700 ekor sapi.

"Jumlah stok diturunkan karena memang masyarakat yang berkurban juga jumlahnya menurut di masa Pandemi Covid-19 ini. Jadi walaupun jumlah stoknya diturunkan, kami rasa ini cukup saja untuk memenuhi kebutuhan masyarakat untuk berkurban di hari raya ini," katanya. 

Kelima belas pengusaha sapi ini menurutnya akan didatangi DKPP untuk pemeriksaan kesehatan hewan yang akan dijual untuk kurban.

--page

"Nanti H-14 Idul Adha kita akan melakukan empat kali pengecekan kesehatan hewan kurban dan akan terus kami pantau hingga hari raya nanti," tuturnya lagi. (TESTI PRISCILLA/B-7)