SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pengamat Sosial dan Politik di Kabupaten Kotawaringin Timur, M Gumaranag menyebut sekarang sudah mulai terjadi suhu poliitik yang mulai memanas  seperti api dalam sekam menanti ledakan kekecewaan, akibat konstelasi elit partai di pusat yang susah diprediksi siapa bakal calon Bupati Kotim yang akan diputuskan mereka mendapatkan B1KWK tersebut.

Menurutnya, tidak sampai 2 bulan lagi akan terlihat secara jelas siapa saja yang akan mendapat B1KWK dan bisa mendaftarkan diri sebagai calon di KPU Kotim sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Kotim periode 2020-2024 pada tanggal 4 sampai 6 September 2020.

"Apa yang terjadi pada bakal calon sekarang yang sibuk sedang berburu rekom dari DPP Parpol di Jakarta untuk syarat awal mendapatankan B1KWK, dikarenakan di Kotim tidak ada satupun partai yang memenuhi persyaratan yang diamanah oleh UU adalah 20 persen dari jumlah kursi di DPRD Kotim hasil pemilu 2019 yaitu 8 kursi  untuk parpol bisa mengusung calon sendiri," katanya, Sabtu, 11 Juli 2020.

Karena tidak cukup kata dia maka untuk itu harus melakukan koalisi  mendapatkan lebih dari satu rekom parpol untuk memenuhi syarat tersebut.

"Nampak sudah mulai bermunculan sederetan nama balon yang sudah menklaim mendapatkan rekom dari DPP Parpol Jakarta," tukasnya.

--page

Ia menyebutkan dengan nama yang mencuat, kemungkinan karena sulitnya mendapatkan B1KWK bagi para balon dari partai politik maka diprediksi jumlah yang lolos sebagai calon yang mendapatkan B1KWK hanya 3 pasang saja.

Namun lanjut dia sementara ini sifat rekom yang diterima oleh para balon sangat dinamis bisa saja berubah karena rekomnya tidak bersifat defenitif atau permanen.

Adanya persyaratan dan waktu yang harus dipenuhi dan faktor lainya. Ditambah lagi di lapangan ditemukan surat tugas atau rekom partai diberikan lebih dari satu balon oleh satu parpol, sehingga lebih membuat suhu politik lebih panas.

"Bakal calon dalam hal ini berupaya dengan jurus silat masing-masing untuk memastikan mendapatkan partai koalisi sedang konstelasi elit partai di pusat berupaya membangun komunikasi koalisi partai untuk Pilkada yang mungkin bisa saja tidak sejalan dengan langkah para bakal calon di daerah," tukasnya.

Bila ini terjadi maka balon bupati dan wakil harus siap  tereliminasi  dalam kompetisi politik untuk sebagai calon yang berhak mendapatkan B1KWK yang memenuhi syarat untuk mendaftar di KPU Kotim.

--page

Dalam tahun Pilkada ini di Kotim nampak tak ada peserta patahana tapi yang ada hanya wakil Bupati aktif HM taufik Mukri dan Sekretaris daerah H. Halikinoor,dan kadis Lingkungan Hidup Sanggul Lumban Gaol ditambah sederet ASN lainnya ikut sebagai bakal calon yang telah terdaftar diberbagai parpol. (NACO/B-5)