BORNEONEWS, Buntok - Sebanyak 974 orang penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah di Barito Selatan telah menjalani rapid test.
Ketua KPU Barsel, Bahruddin mengatakan, 974 penyelenggara Pilkada di rapid test terdiri anggota KPU beserta sekretariat, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan sekretariat.
Serta, lanjut dia, Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Petugas Pemuktahiran Data Pemilih (PPDP).
“Kita telah melaksanakan rapid test terhadap seluruh penyelenggara Pilkada. Hari ini terakhir di Rapid Tes Kecamatan Dusun Selatan,” kata Bahruddin, usai acara bimbingan teknis (Bimtek) petugas penyelenggara Pilkada di Kecamatan Dusun Selatan, Senin, 13 Juli 2020.
Ia menjelaskan, rapid test dilaksanakan per kecamatan berbarengan dengan pelaksanaan bimbingan teknis bagi petugas yang akan melakukan pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih.
--page
"Hal itu dilakukan karena mulai 18 Juli 2020 mendatang, para petugas itu akan berkunjung ke rumah penduduk melakukan pemutakhiran data pemilih," jelas dia.
Menurut dia, rapid test ini untuk memastikan petugas yang melaksanakan coklit dalam keadaan sehat dan siap melaksanakan tugasnya dengan baik.
Disamping itu juga untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat bahwa petugas yang melakukan coklit betul-betul dalam keadaan sehat.
Ia menegaskan, apabila dalam pemeriksaan rapid test itu ada petugas yang hasilnya reaktif, maka yang bersangkutan dinyatakan tidak memenuhi syarat dan langsung dilakukan penggantian meskipun belum dinyatakan positif COVID-19.
Karena lanjut dia, berdasarkan hasil rapid test disalah satu kecamatan, ada beberapa petugas yang hasil rapid testnya reaktif dan yang bersangkutan langsung dilakukan penggantian.
--page
Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar bisa menerima petugas yang akan melakukan pemutakhiran data pemilih dengan memperlihatkan KTP elektronik beserta surat keterangan, dan Kartu Keluarga (KK).
Ia menambahkan, petugas yang akan melakukan coklit tetap menerapkan protokol kesehatan dengan mengenakan masker, sarung tangan serta face shild. Para petugas ini sudah dipersiapkan kelengkapan protokol kesehatan.
Ia juga meminta kepada masyarakat supaya menerima petugas yang melakukan pendataan itu nantinya didepan rumah atau diteras rumah saja dengan tetap menjaga jarak atau physical distancing.
"Jangan terima petugas apabila mengabaikan protokol kesehatan, karena kita sudah mempersiapkan masker, sarung tangan dan face shild kepada petugas coklit yang melakukan pemutakhiran data pemilih," tandas dia. (URIUTU DJAPER/B-5)








